Comunity Sepeda di “XL da Bikes”

Inilah satu-satunya klub sepeda dengan anggota tak hanya di satu kota. Sampai saat ini anggota klub XL da Bikes sudah tersebar di enam kota. Antara lain Jakarta, Makassar, Bandung, Bogor, Jogjakarta, serta Bali. Tentu saja jumlah itu masih bakal bertambah lagi. Kita simak saja kiprah mereka.

Klub ini telah memiliki populasi sebanyak 70 pesepeda. Sebagian besar memang bermukim di Jakarta. Sepuluh di antaranya merupakan wanita. Hebatnya, para srikandi ini tak segan-segan ikut main di jalur off-road maupun aspal. Bagaimana klub ini mengkoordinir anggotanya? Ternyata, mudah saja. Berkat akses komunikasi dan dibantu jaringan milis intranet, pengurus XL da Bikes mampu menggiatkan acara klub sekaligus memantau perkembangan aktifitas anggotanya di berbagai kota. Ihwal pendirian klub ini juga rada unik. Sebelum bernama XL da Bikes, klub ini menjuluki dirinya dengan sebutan XL Cycling. Tak ada ketua maupun pengurus, yang ada hanya anggota. Dirintis oleh 10 karyawan PT Excelcomindo Pratama Tbk yang sama-sama menggeluti sepeda. Di antaranya Franky L Tobing, Surya, Dian Chandra, dan Yudi

Goes to Cikole

Masing-masing anggota awal ini jarang bertatap muka langsung ketika berada di kantornya. Mereka main sepeda secara terpisah-pisah dan jarang bertemu muka langsung. Beberapa di antaranya bahkan baru bertemu dan berkenalan justru saat main sepeda di Puncak, Bogor. Dari pertemuan perdana inilah mereka punya ide mengumpulkan sesama pehobi sepeda yang bekerja di kantor pusat perusahaan, Grha XL-Mega Kuningan, Jakarta. Nyaris setengah tahun pada 2006, mereka bersepeda bareng. Jumlah kelompok ini makin bertambah dua kali lipat, menjelang pembentukan resmi menjadi sebuah klub.

Tepat pada 1 Desember 2006, XL Cycling mendeklarasikan pendirian klub. Nama di XL Cycling diubah jadi XL da Bikes, dengan semboyan “You’ll never bike alone”. Jersey kebesaran segera dibuat untuk identitas mereka. Bersamaan itu mereka mengatifkan milis internal perusahaan (intranet) sebagai wadah komunikasi antar anggota.

Klub ini juga membuat persyaratan ketat bagi anggotanya jika ingin mendapat jersey klub berwarna orange itu. Setiap anggota wajib ikut main dalam kegiatan reguler bersepeda bareng, minimal sebanyak 3 kali. Aturan tiga kali ikut itu, bisa diakumulasi dari 2 kali main di jalur offroad dan 1 kali ber-bike to work. Keikutsertaan bersepeda itu juga harus terdokumentasi melalui foto yang akan tertampil di milis mereka. Biasanya setelah main di akhir pekan, foto-foto dan cerita kegiatan bakal nongol hari Senin.

“Intinya, foto-foto dokumentasi itu sebagai bukti eksistensi kegiatan bersepeda yang dilakukan anggota klub. Ini berlaku pula untuk anggota yang berada di luar Jakarta,” ungkap Franky L Tobing, selaku ketua XL da Bikes.

Tradisi Senin-an di milis tak hanya berisi aktifitas anggota baru, tapi lambat laun berkembang jadi kewajiban bagi seluruh anggota klub. Mereka bebas mengungkapkan uneg-uneg, mengisi laporan perjalanan, sharing cerita lucu dan foto unik, hingga sekedar bertegur sapa.

Bahkan tak jarang pada hari Senin itu juga, mereka sudah melempar pertanyaan acara bersepeda pada akhir pekan berikutnya. Padahal jadwal reguler acara dan lokasi main sepeda baru digodok pada hari Rabu. Lantas hari Kamis baru diumumkan ke seluruh anggota. Sabtu menjajal di jalur off road, atau Minggu main di jalur on road seputar Jakarta.

Sementara untuk perjalanan panjang ke luar kota, biasanya jauh-jauh hari sebelumnya sudah diumumkan. Misalkan main downhil di Cikole Bandung hingga nggejot di Pulau Bali yang akan dilaksanakan akhir tahun ini. Untuk kegiatan demikian, juga bakal ditunjuk seorang project manager (PIC) dari anggota. Sementara pihak pengurus hanya bertindak sebagai supervisor pelaksanaan. Langkah ini bertujuan memupuk rasa saling memiliki antar anggota terhadap klubnya.

PRESIDER XL

Sebagai klub yang bersifat employment activity, XL da Bikes membuka diri bagi siapapun karyawan XL serta di mana pun ia bertempat tinggal asalkan sama-sama peduli pada hobi bersepeda. Cukup beruntung eksistensi klub ini, sekarang sudah ditopang langsung dari budget divisi HRD (Human Resources Department) PT Exelcomindo. Pendanaan itu sangat diperlukan untuk membiayai berbagai kegiatan seperti pameran, pembuatan parkir sepeda, partisipasi dalam beberapa lomba, hingga asuransi. Untuk fasilitas kepemilikan sepeda, disediakan saluran melalui koperasi karyawan. Koperasi ini pula yang melakukan kerja sama dengan toko-toko sepeda.

gbr4.jpg

“Eksistensi klub XL da Bikes semata-mata bertujuan memperat kekeluargaan di antara karyawan melalui kegiatan olahraga. Karenanya pihak perusahaan sangat mendukung keberadaan klub ini,” beber Richard, salah satu pengurus XL da Bikes.
regards,

Surya JDC (JakartaDownhill Comunity)

Tinggalkan Balasan